Kaum Milenial Wajib Tau, Berikut Beberapa Motif Batik Jawa Klasik

Motif Batik Jawa Klasik

Motif Batik Jawa Klasik

Tentunya banyak orang yang tidak asing lagi dengan batik namun masih banyak pula orang yang belum mengetahui mengenai motif batik Jawa klasik. Padahal mengenai hal ini sangat wajib diketahui terutama oleh kaum milenial, sebab dengan mengenal batik lebih dalam maka secara tidak langsung dapat melestarikan budaya. Hal ini sangatlah penting, mengingat sudah banyak generasi muda yang begitu tertarik dengan budaya Barat dibandingkan dengan budaya sendiri.

Apabila hal ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan jika budaya kita akan terus menerus hilang ditelan zaman karena banyak generasi muda yang tidak melestarikannya. Oleh sebab itu dengan mengenal batik beserta motifnya sama dengan melestarikan budaya mengingat batik sudah terdaftar sebagai warisan dunia versi UNESCO sehingga Anda sebagai generasi muda harus bangga.

Motif Batik Parang

Salah satu motif batik Jawa klasik yang pastinya tidak asing adalah motif batik parang, dimana motif ini sudah ada sejak lama dimana diciptakan sejak kerajaan Mataram.  Tidak heran jika motif batik ini banyak sekali ditemukan pada batik yang diproduksi oleh daerah Solo dan Yogyakarta karena keraton Mataram memiliki hubungan erat dengan kedua daerah tersebut.

Tentunya motif ini juga memiliki makna dan tidak asal saja dalam pembuatannya, dimana makna dari motif ini adalah harus semangat dalam menjalankan hidup serta tidak boleh berputus asa ketika terdapat cobaan di dalam kehidupan. Hal ini tentunya membuat makna dalam motif ini mengandung hal positif, namun dalam menggunakan batik dengan motif ini tidak bisa sembarangan.

Sebab berdasarkan mitos masyarakat Jawa, dilarang keras menggunakan batik dengan motif ini pada saat acara pernikahan. Sebab banyak yang percaya bahwa dengan menggunakannya dapat membuat hubungan yang sudah terjalin dapat putus. Jadi ditakutkan mereka yang menikah menggunakan kain batik ini dapat bercerai. Tentunya perceraian merupakan hal yang sangat dihindari oleh setiap orang.

Motif Batik Sido Mukti

Untuk motif batik Jawa klasik yang satu ini tentunya sangat unik, sebab memiliki lekukan yang simetris sehingga membuat motif ini tidak kalah cantik dari motif lainnya serta unik. Motif batik ini juga banyak digunakan oleh para pembatik dari Solo dan Yogyakarta, apalagi motif batik ini sangat banyak digunakan oleh para pengantin Jawa.

Tidak heran jika hal ini kebalikan dari motif batik parang yang dilarang digunakan oleh para pengantin. Hal ini tentunya tidak terlepas dari makna yang terkandung di dalam batik ini, sehingga sangat disarankan digunakan oleh para pengantin. Sebab makna dari motif ini adalah diharapkan para pemakainya bisa mendapatkan kemuliaan dan kesejahteraan.

Serta banyak juga yang percaya bahwa jika seorang pengantin menggunakan motif ini maka bisa memperoleh kemakmuran dalam kehidupan rumah tangganya. Tidak heran jika kain batik ini sangat erat kaitannya dengan para pengantin Jawa, apalagi keindahan motif

yang dimiliki dapat menyempurnakan penampilan Anda di hari berbahagia nanti.

Motif Batik Truntum

Untuk motif batik jawa klasik yang satu ini diciptakan oleh Ratu Kencono atau permaisuri Pakubuwono III.  Untuk motif batik ini didominasikan dengan pola titik-titik dengan bagian bunga pada beberapa bagian. Sama seperti motif lainnya, motif ini juga memiliki makna yang sangat dalam.  Seperti motif bunga mengandung makna sebagai cinta yang bersemi kembali. Karena hal itu motif ini sangat cocok dikenakan pada saat pernikahan.

Motif Batik Kawung

Untuk motif yang satu ini merupakan salah satu motif batik tertua yang ada di Indonesia, banyak orang percaya bahwa motif ini sudah ada sejak 800 tahun yang lalu. Tentunya motif yang satu ini memiliki corak yang sangat unik, dimana terdapat 4 lingkaran elips dengan tertata secara geometris. Makna yang dimiliki oleh batik ini juga sangat dalam yaitu manusia haruslah melepas hawa nafsu.

Kemudian manusia haruslah mengingat penciptanya, tidak heran karena maknanya tersebut membuat batik dengan motif ini biasanya digunakan oleh abdi dalem keraton. Namun seiring berjalannya waktu, motif batik Jawa klasik yang satu ini digunakan oleh masyarakat.

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *